16 Juni 2025 196x
Banyak orang tua tanpa sadar sering mengatur terlalu ketat aktivitas anak karena khawatir anak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan. Padahal, di masa emas tumbuh kembangnya, anak justru perlu ruang untuk bereksplorasi tanpa batasan yang terlalu kaku. Bermain bebas bukan hanya soal kesenangan, tapi juga salah satu cara anak belajar mengenal diri, lingkungan, dan mengasah kreativitasnya.
Di daycare yang mengusung metode Montessori, anak diberi kebebasan memilih aktivitas yang mereka sukai. Metode ini mendorong anak mengambil keputusan, menyelesaikan masalah, dan belajar tanggung jawab atas pilihan yang mereka buat. Misalnya, saat anak memilih main puzzle atau menyusun balok, ia sedang melatih konsentrasi, logika, dan kemampuan motorik halusnya tanpa tekanan dari orang dewasa.
Membiarkan anak bermain bebas juga membantu perkembangan emosionalnya. Anak belajar mengatur emosi saat menghadapi tantangan, seperti saat mainannya jatuh atau saat harus bergiliran dengan teman. Inilah alasan penting kenapa orang tua sebaiknya tidak terlalu terburu-buru mengatur jalannya permainan anak. Cukup dampingi, amati, dan beri ruang agar si kecil berkembang sesuai irama alamiahnya.